Selasa, 21 Januari 2014

Pelaksanaan Unit Kesehatan Sekolah oleh Peserta KKN FMIPA 2014

Pelaksanaan Unit Kesehatan Sekolah oleh Peserta KKN FMIPA 2014 di SDN BUTUN 1
pukul 07:30 tanggal 21 Januari 2014 yang diikuti oleh Siswa Kelas I, Siswa Kelas II, Siswa Kelas III dan Siswa Kelas IV

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Butun 2014

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Butun 2014
yang dilaksanakan pada tgl 20 Januari 2014  pukul 20:00 WIB yang bertempat di Aula Balai Desa
dengan diikuti oleh warga desa Butun dan Peserta KKN FMIPA UB 2014
dengan mendapatkan hasil Musyawarh sebagai berikut :
1. Pengadaan perlengkapan kesehatan pada POLINDES
2. Pelatihan pembuatan Biogas beserta alat.
dengan hasil musyawarah tersebut harapannya menjadikan Desa Butun menjadi lebih maju kedepannya.

Penerimaan Peserta KKN FMIPA 2014

Penerimaan Peserta KKN FMIPA 2014 dengan pemberian banner yang berjudul "Bergerak Bersama Menuju Butun Mandiri dan Produktif "

Sabtu, 28 Desember 2013

Keadaan Sekitar


Keadaan Sosial dan Budaya

    Berdasarkan letak geografisnya, yang berada di Pulau Jawa. Suasana budaya masyarakat Jawa tergambarkan di Desa Butun. Ada 3 agama yang ada di Desa Butun, yaitu Islam, Kristen, dan Aliran Kepercayaan. Dalam hal kegiatan keagamaan, suasananya sangat dipengaruhi oleh aspek budaya dan sosial Jawa. Seperti adanya kegiatan slametan, tahlilan, mitoni, dan lainnya, yang semuanya menggambarkan sisi akulturasi budaya Jawa dan Islam.

       Dengan berkembangnya teknologi informasi, maka segala arus informasi dari luar akan mudah diterima masyarakat. Dengan segala sumber daya alam yang ada di Desa Butun, sangat dibutuhkan solusi pemanfaatan dan pengolahannya agar memiliki nilai ekonomis yang lebih. Sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

       Dalam catatan sejarah, bencana alam yang pernah terjadi adalah meletusnya Gunung Kelud. Hal ini tidak semata-mata menimbulkan dampak negatif, tetapi juga menimbulkan dampak positif pula. Contohnya segala material akibat letusan yang melimpah (seperti: pasir, bebatuan, dll), sampai saat ini masih banyak warga yang bermata pencaharian sebagai penambang pasir dan batu.

Pemerintahan, dan Kelembagaan

     Keberadaan Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari satuan wilayah pemerintahan Desa Butun memiliki fungsi yang sangat berarti terhadap pelayanan kepentingan masyarakat wilayah tersebut, terutama terkait hubungannya dengan pemerintahan pada level di atasnya. Dari kumpulan Rukun Tetangga (RT) inilah sebuah padukuhan Rukun Warga (RW) terbentuk.

    Sesuai dengan sistem pemerintahan yang dianut di Indonesia, maka menuntut untuk setiap warga negaranya untuk menganut sistem pemerintahan yang demokratis sesuai peraturan perundang-undangan yang telah dibuat. Hal tersebut seperti yang digambarkan dalam sistem pemerintahan yang telah berjalan di berbagai daerah, khususnya di Desa Butun. Seperti dalam pemilihan kepala desa dan kepala dusun, melibatkan warga masyarakat desa secara umum.

     Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilih karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatan dengan warga desa. Setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat, sesuai yang sudah ditentukan dalam peraturan perundangan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa. Kepala desa memiliki masa jabatan maksimal sebanyak 2 periode, yang mana 1 periode kepemimpinan adalah selama 8 tahun.
Sistematika pengambilan keputusan di desa selalu melibatkan masyarakat baik melalui lembaga resmi desa (Badan Perwakilan Desa) maupun melalui masyarakat langsung. Jadi dapat diketahui bahwa pola kepemimpinan di desa Butun menganut pola kepemimpinan yang demokratis.

Keadaan Perekonomian

     Penduduk Desa Butun sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, pedagang, industri dan lain-lain. Pertanian di Desa Butun diantaranya menghasilkan padi, jagung, cabe, kelapa, polowijo, sedangkan dalam perkebunan menghasilkan kakao dan peternakan menghasilkan ayam potong, puyuh, dan lele.